Welcome To Azteca's Blog

Rabu, 03 Oktober 2012

APA ITU DESAIN GRAFIS ?



Pendaguluan :

Sebelum memahami apa itu “Desain Grafis”, ada baiknya memahami “Desain” dan “Grafis” terlebih dahulu. Desain dapat dikatakan sebagai sebuah kerangka atau rancangan, sementara grafis memiliki arti sesuatu yang bersifat graf atau dilambangkan dengan huruf. Jadi secara kasar definisi dari “Desain Grafis adalah proses perancangan suatu pemikiran yang dituangkan dengan menggunakan grafik, foto, gambar, huruf, ilustrasi, dll.

Pengertian luas “Desain Grafis” dari Wikipedia :  

Desain grafis adalah suatu bentuk komunikasi visual yang menggunakan gambar untuk menyampaikan informasi atau pesan seefektif mungkin. Dalam disain grafis, teks juga dianggap gambar karena merupakan hasil abstraksi simbol-simbol yang bisa dibunyikan. disain grafis diterapkan dalam disain komunikasi dan fine art. Seperti jenis disain lainnya, disain grafis dapat merujuk kepada proses pembuatan, metoda merancang, produk yang dihasilkan (rancangan), atau pun disiplin ilmu yang digunakan (disain).

Pengkategorian Desain Grafis :

1. Printing (Percetakan) : desain buku, majalah, poster, booklet, pamflet, periklanan, dll.
2. Web Desain
3. Film
4. Identifikasi (logo), EGD (Environmental Graphic Desain).
5. Desain Produk, Pemaketan dan sejenisnya.

Dengan seiringnya perkembangan Desain Grafis maka ruang lingkup dari kategori diatas dapat saja meluas dan semakin spesifik.

Peralatan Desain Grafis :

Peralatan yang digunakan oleh desainer grafis adalah ide, akal, mata, tangan, alat gambar tangan, dan komputer. Sebuah konsep atau ide biasanya tidak dianggap sebgaia sebuah desain sebelum atau dinyatakan dalam bentuk visual.

Pada pertangahan 1980, kedatangan dekstop publishing serta pengenalan sejumlah aplikasi perangkat lunak grafis memperkenalkan satu generasi pada manipulasi image dengan komputer dengan penciptaan image 3D (3 dimensi) yang sebelumnya adalah merupakan kerja yang susah payah. Desain grafis dengan komputer memungkinkan perancangan untuk melihat hasil dari tata letak atau perubahan tipografi dengan seketika tanpa menggunakan
tinta atau pena, atau untuk mensimulasikan efek dati media tradisional tanpa perlu menuntut banyak ruang.

Seorang percancang grafis menggunakan sketsa untuk mengeksplorasi ide-ide yang kompleks secara cepat, dan selanjutnya ia memiliki kebebasan untuk memilih alat untuk menyelesaikannya dengan tangan atau komputer.

Perinsip Dan Unsur Desain :

Unsur dalam desain grafis sama seperti unsur dasar dalam disiplin desain lainnya. Unsur-unsur tersebut (termasuk shape, bentuk (form), tekstur, garis, ruang, dan warna) membentuk prinsip-prinsip dasar desain visual. Prinsip-prinsip tersebut, seperti keseimbangan (balance), ritme (rhythm), tekanan (emphasis), proporsi ("proportion") dan kesatuan (unity), kemudian membentuk aspek struktural komposisi yang lebih luas.

Desain Grafis Fundamental :

Desain adalah proses – cara – perbuatan dengan mengatur segala sesuatu sebelum bertindak atau merancang

Grafis adalah goresan yang berupa titik atau garis yang berhubungan dengan cetak-mencetak

Desain Grafis adalah kombinasi kompleks antara kata-kata, gambar, angka, grafik, foto dan ilustrasi yang membutuhkan pemikiran khusus dari seorang individu yang bisa menggabungkan elemen-elemen ini, sehingga mereka dapat menghasilkan sesuatu yang khusus, sangat berguna, mengejutkan atau subversiv atau sesuatu yang mudah diingat. (Jessica Helfand dalam situs http://www.aiga.com)

Seorang Desainer harus ditopang oleh minimal lima dimensi keilmuan:
1. Wawasan Teknologi
2. Wawasan Sains
3. Wawasan Seni
4. Wawasan Sosial dan Budaya
5. Wawasan Filsafat dan Etika

Macam-macam Software :

1. Dekstop Publishing :
·         Adobe Photoshop
·         Adobe Illustrator
·         Adobe Indesign
·         Page Maker
·         Coreldraw
·         GIMP
·         Inkscape
·         Adobe Freehand
·         Adobe image ready
·         CorelDraw

2. Web Design :
·         Macromedia Dreamweaver
·         Microsoft Frontpage
·         Notepad
·         Adobe Photoshop

3. Audiovisual :
·         Adobe After Effect
·         Adobe Premier
·         Final Cut
·         Adobe Flash, atau sebelumnya Macromedia Flash
·         Ulead Video Studio
·         Magic Movie Edit Pro
·         Power Director

4. Rendering 3 Dimensi :
·         3D StudioMax
·         Maya
·         AutoCad
·         Google SketchUp
·         Light Wave
·         Blender


Minggu, 01 April 2012

A LITTLE REVIEW OF UG NEWS

Di sini saya akan mereview sedikit dari salah satu website milik kampus saya yang tercinta, yaitu UG News. Review disini ditujukan untuk memenuhi salah satu tugas kuliah saya. For your information, review dilakukan melalui sudut pandang saya. So please leave a comment if u like it or silakan beri kritik dan saran bila review disini memiliki ke kurangan :D
ok let’s keep on rolling . . . . .



Ya seperti yang dapat dilihar dari judul websitenya, yaitu UG News. Jadi sudah pasti berhubungan dengan berita seputar UG. Karena merupakan sebuah website yang menyediakan berita – berita maka UG News dapat dikatakan sebuah website dinamis.
Why dinamis ? Dikatakan dinamis karena content website yang menyediakan berita atau web news cenderung berubah – berubah (up to date)


Next, Ug News memiliki usability yang baik, orang awam dapat dengan mudah mengakses content – content di website ini. Dengan adanya ‘Search bar’ yang memiliki nilai plus bagi orang – orang yang ingin mencari content yang mereka inginkan dengan cepat. Menu bar yang cukup komplit, sehingga kita mendapatkan navigasi yang cukup baik.


Kemudian para pengunjung dimanjakan dengan tampilan homepage yang berisikan artikel – artikel baru yang dapat dibaca. Hal ini juga menjadi nilai plus tersendiri.

Menurut saya design UG News terlalu simple dan kurang menarik. Jika dibandingkan dengan website – website yang lainya milik gunadarma, Ug News sangatlah simple.

Ug News memiliki design yang sangatlah simple. Hal ini mengakibatkan kurangnya daya tarik dan minat untuk membuka website tersebut secara rutin. Kurangnya widget membuat tampilannya monoton dan kurang indah.  Kemudian keadaan diperparah dengan pewarnaan website yang juga simple, hanya warna putih saja dan sedikit warna ungu. Sangat disayangkan sekali Ug News memiliki tampilan yang terlalu simple. Tampil simple memang bagus, namun terlalu simple mengakibatkan kurang menarik dan monoton.

Dari segi accesibility, Ug News memiliki nilai plus. Mulai dari website yang sangat ringan (karena terlalu simple) membuat waktu access yang cepat dalam membuka website. Adanya Serch bar yang sangat membantu untuk mencari content yang dituju dengan cepat.

So kesimpulannya :
Dengan tampilan yang simple membuat Ug New tidak berat untuk dibuka bagi orang – orang yang memiliki kecepatan internet yang rendah, namu dengan design yang terlalu simple membuat Ug News kurang menarik dimata.

Navigasi dan accesibility yang cukup baik membuat Ug News cukup nyaman untuk diakses dari orang awam  hingga yang cacat fisik ( seperti yang sedang patah tulang, atau lanjut usia).



Oh iya satu lagi, terakhir kali saya membuka Ug News pada 1 April 2012, entah mengapa archivesnya masih sampai January 2012 (-____-)
saya tidak tahu apa yang menyebabkan hal ini, apa mungkin sedang ada gangguan pada atau memang tidak ada berita sehingga tidak diupdate.

Selasa, 13 Maret 2012

CLOUD COMPUTING, THE NEW BREAKTHROUGH

Let’s just say right now you are an executive at a large corporation(that sounds cool). And your job is to make sure that all of your employess have the right hardware and software for them to work on their jobs. Well maybe buying for everyone and purchasing all software or software licenses can solve the problem, but maybe it isn’t an efective way. Can you imagine how much money will you spend whenever you hire a new employe ? Yeah you need to buy a new hardware and software or make sure your current software licenses still allows to be used by another user. Lucky for you if your corporation’s pockets are large and aren’t empty, but what if you aren’t that lucky ?

You can relax an breath awile cause there is an alternative way. Instead of installing a suite of software for each computer, you'd only have to load one application. That application would allow workers to log into a Web-based service which hosts all the programs the user would need for his or her job. Remote machines owned by another company would run everything from e-mail to word processing to complex data analysis programs. That’s called Cloud computing, and guess what. . . . it’s gonna safe alot of box :D

In a cloud computing system, there's a significant workload shift. Local computers no longer have to do all the heavy lifting when it comes to running applications. The network of computers that make up the cloud handles them instead. Hardware and software demands on the user's side decrease. The only thing the user's computer needs to be able to run is the cloud computing system's interface software, which is a simple Web browser and the cloud's network takes care of the rest.

There is a good chance for you to have some experience with cloud computing, if you already have an e-mail account with a Web-based e-mail service like Hotmail, Yahoo! Mai, Gmail, etc. All you need to do is to log in to Web E-mail account, and run the software you like while the oftware and storage for your account doesn't exist on your computer . . . it's on the service's computer cloud.
My Opinion :

Gaming World
I guess Cloud computing will be a new breakthrough in computing. It will efected many ‘worlds’, let’s just say one of them like Gaming world. Cloud computing really makes a new taste in gaming world. These days, we can just play a video game without having it installed in your computer. Just browse to a specific web(ex/ Ninjakita), log in and play it. And the best part is. . .  it’s free :D
Have you ever dream to play the newest game that support newest DirectX (which mean there will be awesome graphics)in your “intel atom netbook” ? well maybe in the future that can happen by cloud computing. This will be good “intel atom netbook” user but it will be “kick in the ass” for Nividia and ATI.

Changing the way of the world
Cloud computing may has a chance to change the way of the world in the future. Maybe people don’t need to buy software or software licenses like these days, people just need to create an ID, log in to the web and uses the software you need. There will be two kinds of ID, Free ID for Trial version or light version and a payment ID for Full version of the software. This maybe good for software developer. No more hacked software.



Kamis, 26 Januari 2012

Review DOTA (Tugas Softskill)


Video di atas merupakan review sebuah game “Old School” RTS online yang cukup populer yaitu DOTA. Review tersebut dibuat oleh saya(Raditya) bersama teman saya Achmad dan Luqman. Kami disini atas nama GameFreaks2ia11 mereview salah satu hero dalam DOTA yaitu bloodseeker dan overall dari DOTA itu sendiri dari segi gamplay, grafis dan lain-lain.
Untuk lebih jelasnya silakan cek video di atas atau bisa dilihat disini
atau http://www.youtube.com/watch?v=Olf2VfhQXwM&feature=player_embedded
disusun oleh :
Raditya Azteca Putra (55410527)
Achmad (50410063)
Luqman Nurrohim (54410095)

dari 2IA11 untuk Tugas Softskill

Selasa, 24 Januari 2012

Perkembangan Cinema DIgital

Jika sebelumnya saya membahas mengenai TV Digital, maka kali ini Cinema yang terkena dampak dari era digital sehingga muncul istilah Cinema Digital.

Cinema Digital cukup berbeda dari Cinema biasa. Jika Cinema pada umunnya menggunakan media film dan diproyeksikan oleh Movie projector, Cinema Digital menggunakan media DVD atau Blue-Ray dan diproyeksikan oleh Digital projector.

Keutungan:
1.Gambar dan suara yang dihasilkan lebih bagus

Kerugian :
1. Cinema yang Movie Projector saja mematok harga yang cukup mahal, sudah pasti lebih mahal bagi Cinema yang menggunakan Digital Projector.

Perkembangan Cinema Digital sendiri di negara-negara maju masih dalam tahan perkembangan, sementara perkembangan Cinema Digital di Indonesia sendiri masih sangat minim sekali. Di Indonesia hampir seluruh cinema masih menggunakan Movie Projector yang hanya bisa memproyeksikan film saja dan masih sangat sedikit cinema yang menggunakan Digital Projector.

Berikut merupakan sejarah perkembangan Cinema Digital :

1999
Pada 18 Juni 1999, Teknologi DLP CINEMA projector didemonstrasikan di Amerika Utara.

2000
Pada 19 Januari 2000, Sociaety of Motion Picture and Television Engineers di Amerika Utara membentuk kelompok pertama dalam pengembangan Cinema Digital.
Hingga Desember 2000, ada 15 Cinema Digital di America Utara, 11 di Eropa Barat, 4 di Aisa, dan 1 di Amerika Selatan.

2002
Digital Cinema Initiatives (DCI) di bentuk pada Maret 2002 dimana diikuti oleh berbagai Motion picture Studio seperti Disney, Waner Bros Studio, Sony Picture Entertainment,dll.

2004
Pada bulan April 2004, dengan bekerja sama dengan American Society of cinematographers, DCI menciptakan materi evaluasi standar (the ASC/DCI StEM material) untuk pengujian pemutaran 2K dan 4K dan teknologi kompresi. DCI memilih JPEG2000 sebagai dasar untuk kompresi dalam sistem.

2005
Format 2K mulai digunakan.

2006
Tecatat pada pertengahan 2006, sudah ada 400 teater yang menggunakan 2K digital projectors dengan peningkatan tiap bulannya.

2009
Sony menggati seluruh film projectors dengan 4K digital projectors.

2011
SMPTE mengeluarkan set komplit yang standar untuk Digital Cinema.

Referensi  :
http://en.wikipedia.org/wiki/Digital_cinema

TV DIGITAL




Saat ini adalah era digital, segala sesuatu serba digital. Sampai-sampai TV digital pun muncul. Namu apa sebenarnya TV Digital itu ?

Menurut wikipedia, Televisi digital atau DTV adalah jenis televisi yang menggunakan modulasi digital dan sistem kompresi untuk menyiarkan sinyal gambar, suara, dan data ke pesawat televisi. Televisi digital merupakan alat yang digunakan untuk menangkap siaran TV digital, perkembangan dari sistem siaran analog ke digital yang mengubah informasi menjadi sinyal digital berbentuk bit data seperti komputer.

Jadi TV Digital sedikit berbeda dari TV biasa, jika pada TV biasa kita hanya membutuhkan sebuah Antena untuk menerima sinyal analog maka TV Digital menggunakan sebuah parabola/Antena(yang dapat menerima sinyal Digital)  dan receiver.



Kira-kira seperti inilah algoritma pebedaan TV biasa dan TV digital :


 
dan berikut merupakan beberapa algoritma TV Digital yang lain:

1. Algoritma Multicasting


2. Algoritma Digital to Analog


Seperti biasa, setiap hal memiliki kelebihan dan kekurangan, berikut merupakan kelebihan dan kekurangan TV Digital :

Kelebihan :
1. Gambar dan suara lebih bagus.
2. Memilik feature HDTV(High Definition TV), jadi sangatlah berguna bagi pemilik TV yang mensupport HDTV.
3. Tak hanya dapat menerima Chanel-chanel lokan namun luar juga.
4. Jangkauan sinyal yang luas, karena dibantu oleh satelit.

Kekurangan :
1. Bila sinyal sedang jelek, maka gambar akan patah-patah.
2. Membutuhkan peralatan khusus(parabola dan reciver) yang cukup mahal.

Sementara itu perkemabangan TV Digital di Indonesia sendri masihlah kalah dengan perkemabangan TV Digital di Negara-negara maju seperti USA atau German. Hal ini dikarenakan distribusi yang belom luas dan harganya yang masih cukup mahal. Beberapa distributor TV Digital masih mematok harga yang cukup tinggi tiap bulannya, sehingga masyarakat lebih menyukai TV biasa yang tak dipumut biaya tiap bulannya alias gratis.





Referensi :
http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital

http://id.wikipedia.org/wiki/Televisi_digital_di_Indonesia
google